Friday, July 18, 2008

batik mbak ellin



Kalo mbak Ellin lagi pake batik, nggak boleh dilewatkan, kudu ada dokumentasinya :)
Sore ini, walopun temen-temennya nggak batik-an, tapi foto session tetep berlangsung.
Berfoto bersama di booth Maida & Tetty (tentunya bersama yang punya booth)
Mm... neng, neng, itu booth sekretaris apa gudang? kok banyak boks kertasnya, wakakakak *geleng-geleng-kepala*

Thursday, July 17, 2008

mistik maning

walo udah sore, semangat tayang mistik tetep tinggi.
Berhubung dari pagi sibuk nggak keruan, makanya baru sore naik dan foto-foto di tempat mbak Ellin & Mbak Maria.
Hari ini apa temanya? batik jawa kali ya....


Maap ya ibu-ibu, fotonya rada burem, maklum udah sore, bawaan otak udah mo loncat pulang aja nih hihihi...

hidup susah?

di arisan keluarga yang lalu, salah satu saudara mendatangi saya dan bilang, "Kalo aku liat mbak Fifi (nama panggilan saya di lingkungan keluarga - red), kayanya nggak pernah susah deh hidupnya. Apa sih resepnya?"

Ketika itu saya hanya menjawabnya dengan tawa.

Saya bilang padanya, "ah, pasti pernahlah. Masa sih nggak pernah susah. Cuma menurut saya, susah ato senangnya hidup tergantung bagaimana kita memandangnya..."

Iyalah, namanya manusia hidup pasti ada pasang surutnya.
Nggak semua hari kita lalui dengan bahagia.
Nggak semua keinginan bisa kita capai dan raih.
Nggak semua yang kita hindari tidak menghampiri.
Cuma manusia mati yang terbebas dari persoalan hidup. Bukan begitu?

Entah ya, saya juga nggak tau apa "resepnya".
Tapi yang jelas, saya selalu mensyukuri semua nikmat yang Allah berikan kepada saya. Sekecil apapun itu.
Manakala "kesusahan" mampir dalam satu ato dua episode hidup saya, saya selalu berusaha berfikir positif. Mencari hikmah atas apa yang terjadi.
Dan diatas semua itu, saya selalu yakin, bahwa Allah sangat mencintai hamba-hambaNya. Tak akan mungkin kita diberi ujian yang melampaui batas kemampuan kita.
Mungkin, peristiwa yang nggak enak "menurut kacamata kita" adalah pelajaran luar biasa yang memang harus kita lewati, agar kelak kita bisa menjadi manusia yang lebih bijaksana dan berguna bagi lingkungan dan makhluk lain.

Untuk naik kelas, kita perlu ujian. Dan, ujian adalah salah satu hal yang 'nggak enak' 'kan? Tapi toh tetep harus kita hadapi (bukan hindari) agar kelak kita bisa lulus, Insya Allah.
Perkara nilai, itu soal belakangan, tergantung bagaimana kesiapan dan kondisi kita saat ujian.
Kalaupun nggak lulus, jangan menyesali.
Mungkin, kita memang belum 'pantas' lulus.
Mungkin kita memang harus mengulang dari awal lagi.
Bagaimanapun, lulus atau tidak adalah hasil akhir yang merupakan hak prerogatif Allah.
Kun fayakun. Kalau Allah meridhoi, kita akan lulus. Kalau Allah mau kita tinggal kelas, percaya deh, kita pasti tinggal kelas, walopun kita udah usaha sampe 'berdarah-darah' (haiyah, hiperbol banget yak!)

So, never regret!
Saya nggak pernah getun meninggalkan masa lalu.
Mau yang enak, ato nggak enak (apalagi!)
Saya selalu memandang ke depan.
Menjalani hidup dengan mengalir, mensyukuri semua yang Allah berikan kepada saya.
* Hihihi... kedengerannya kaya orang yang nggak punya target ke depan ya? *

Makanya kalo lagi susah, yakin aja bahwa kesusahan itu pasti ada ujungnya. Pasti bakal kita lewatin. Ibarat masuk terowongan, tinggal tunggu ujungnya aja.

Ingat janji Allah dalam surat Al-Insyiraah ayat 5 & 6?
Allah bahkan mengulangnya dua kali:
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,
Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Subhanallah, kemudahan bahkan ada pada saat kesulitan bersama kita. Bukan setelahnya!

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
(Q.S. Ar-Rahmaan)

Kalo menuruti kata hati, pasti banyak yang ingin saya capai, saya 'puaskan'.
Itu manusiawi banget kok.
Tapi saya selalu mengingatkan diri sendiri, bahwa kalo diturutin, semua itu nggak ada 'ujungnya'.
Ada langit di atas langit. Dan kalo diteruskan, kita akan jadi serakah dan kufur nikmat.
Masya Allah. Semoga saya tidak termasuk ke dalam golongan kufur nikmat.

Yang sama sekali nggak boleh dilewatkan (bahkan seharusnya adalah point nomor satu), serahkan semuanya pada Allah.
Allah yang mengatur hidup kita. Bukan kita!
Manusia boleh bikin rencana, boleh punya cita-cita. Tapi Allah semata, sang pemilik kehidupan, satu-satunya yang punya hak dan kekuasan mengatur hidup kita!
Jadi manusia bisa apa dong?
Usaha.
Itulah yang menjadikan manusia bernilai positif ato negatif dimata manusia lain. Itu juga yang menjadikan kita bernilai mulia atau sebaliknya di hadapan Allah.
Susah ato senang, serahkan semua pada Allah. Kembalikan semua padaNya.

Yang nggak kalah penting adalah partner.
Kita perlu partner dalam hidup.
Untuk berjalan berdampingan, untuk berbagi beban dan suka cita.
Buat yang masih lajang, mungkin bisa ke teman curhat.
Dan buat yang sudah menikah, tentunya kepada pasangannya, suami ato istri.

Saya beruntung, punya suami yang bisa menjadi partner dalam menjalani hidup. Subhanallah.
Saya beruntung, punya orang-orang dekat, saudara atau teman yang bisa berbagi beban dengan saya.

Hidup dengan beban itu nggak gampang.
Ibarat berjalan, sambil menggendong ransel di punggung.
Makin jauh berjalan, pasti 'ransel' kita bertambah banyak muatannya.
Makanya, sekali-sekali kita perlu berhenti. Melongok isi ransel kita.
Masih perlukah semua isinya dibawa, atau ada yang bisa kita 'bagi' dengan orang lain, atau 'buang' saja beberapa isinya di tengah jalan?
Itulah saatnya kita introspeksi.
Memilih dan memilah, mana yang harus kita bawa ke depan, ato kita tinggalkan sebagai masa silam.
Untuk kemudian mengatur lagi langkah ke depan. Terus maju, karena hidup tak pernah berhenti, kecuali kita mati.

Cuma yang ingin saya ingatkan kepada semua teman-teman yang saya sayangi, carilah teman "curhat" yang halal.

Buat pasutri, tentu saja suami ato istrinya.
Jangan orang lain.
Karena menikah adalah komitmen, -sehingga semestinya- dengan pasangan kitalah kita berbagi beban.
Sementara jika kita berbagi beban dengan orang lain, bukan tidak mungkin satu saat menjadi bumerang.

Buat yang belum menikah, mungkin sebaiknya curhat dengan teman sesama jenis :)
Karena kalo beda jenis bisa gawat. Ntar jadi pager makan taneman :)
Alias menjurus ke hal-hal yang 'diinginkan' oleh kedua belah pihak, Astaghfirullah.

Jangan lupa, saat galau dan gelisah, mengadulah pada-Nya.
Bisa dengan sholat malam, atau membaca Al-Qur'an.
Sungguh banyak pelajaran dan petunjuk hidup dalam Al-Qur'an.
Insya Allah, jika hanya padaNya kita berserah diri, Allah akan menunjukkan jalan keluarnya.

Saya selalu bersyukur, karena Allah memberi saya jalan hidup yang bisa saya lalui. Subhanallah.
Saya selalu bersyukur, karena Allah selalu menjaga saya hingga selalu berada pada tracknya. Alhamdulillah.

Dan saya yakin anda pasti juga manusia yang beruntung. Ya kan?

aa' - pindah

Iseng, barusan saya nanya Karen, apakah jadi pindah duduk, geser ke deket Danti.
Kata Karen sih jadi, tapi belom sempet, karena banyak kerjaan.
Ternyata request pindah meja udah lama diajukan juragannya, makanya kudunya sih pindahan segera.

Jadi inget cuplikan sametime connection (stc) saya dengan Karen hari Selasa kemarin:

Karen L Musu/... eh, gw mo pindah2an nih nov
Karen L Musu/... ke seblhnya dante..
Nova Sjafitri/S... emang kenapa di situ?
Nova Sjafitri/S... jauhan dari papi kecil ya
Karen L Musu/... iya aa sy yg minta
Karen L Musu/... maksa
Nova Sjafitri/S... hahahaa ;D ... AA .. aduh plis deh ah
Karen L Musu/... pan urang sunda tea'
Karen L Musu/... ms akang
Nova Sjafitri/S... hihihihi....

Wakakakak... gak kebayang... aa' ....
aduh duh Yen... plis deh ah ;P


- Foto atas: Karen & Khayra -

hadir

Alhamdulillah. Hari ini udah masuk kantor lagi.
Kemarin tumbang dan gak bisa masuk karena nggak bisa bangun. Lemeees banget.
Belom lagi hidung mampet sampe rasanya perih kalo kena angin.
Trus kepala nyut-nyutan.
Tambah lagi mulai batuk kering.
waaaaa... tolong

Untung tetangga sebelah berbaik hati, 'ngijinin' saya gak masuk :)
Makasih ya Mbak, jangan bosen direpotin :)

Tuesday, July 15, 2008

mellow

Gara-gara si Dewi cabut, suasana hati jadi mellow niy :(

Jadi kangen ama temen2 lama yang udah pada mabur.
Jadi buka-buka lagi farewell note dari temen2. Ini sebagiannya saya tempel disini. Mudah2an yang bersangkutan nggak marah suratnya saya publish ya...

* * * * * *

Dear all,

After seven and a half years in the office, today is my last ‘official’ day in the office. I am going to take a two-years leave starting April 21, 2004. I would like to take a little of your time to express my gratitude.

I am truly honored and blessed to be able to know and work with all of you

To all my superiors, thank you for the opportunity to be a part of your engagements and to work for you. Above all, I am really thankful to Pak Komala for his guidance, knowledge, kindness, patience and friendship. You are truly a blessing, thank you for being such a wonderful and caring boss, mentor and friend.

To all my peers and colleagues, thank you for your friendship, supports and assistances. To Santi, thank you for being my good neighbor and to Wisnu, thank you for being my ex-neighbor, I really enjoy being your ‘next booth’ neighbor. To Yuli, Nova and Rini for being my ‘lunch’ and ‘ sharing’ buddy, I am going to miss it a lot.

To my dear teammates (mostly ex teammates ^_^), Aina, Nelly, Eyen, Oddy, Milla, Tinny, Renda, Patricia, Cia Cia, Pinta, Hengky, Willy, Rudy, Rosa, Indah, Daniel, I am so blessed to be able to work closely with all of you, thank you for willingness to share your laughter, sweats and tension with me. I enjoyed working with all of you.

To everybody in our small team under Pak Komala, I am really fortunate to be a part of you, so keep up the good work and friendship.

To all of you in the back office, in accounting, finance, human resources, procurement, IT and others, thank you for your kind assistance. Particularly Mbak Ika, Budi, Fitri, Irene and Rizal, thank you for your endless assistance, I really appreciate it.

I would like to apologize, should in the past I have caused any concern or inconveniences for any of you.

Last but not least, I wish you all the best. And till we meet again, please take care and God bless you.

Yours truly,

Intaniawaty Teddy.
xxxxx@yahoo.com


(catatan redaksi: setelah ditelaah, nama-nama diatas banyak yang sudah mabur juga...)
* * * * * *

Dear my beloved friends,

Today is my last day after almost 10 years working at xxxx & xxxxx. Saying good bye is never an easy thing to do, but now the time has come.

Thank you very much for your friendship, kindness and support. I will honestly miss the warm environment of the Firm. I also would like to apologize for all the mistakes and my wrong doing. I hope we can continue our friendship and keep in touch in the future.

Best regards.
Ratih Rahmarini
Hp: xxxxxx

Email: xxx@yahoo.com

* * * * * *

Dear Nova,

Ga ada kata2 yang cukup utk mewakili how thankful myself to have someone like you beside me.

Cuma terimakasih, terimakasih dan terimakasih sudah menjadi one of my very best friends through good and bad times.
Bener2 mohon maaf atas semua kesalahan yg pernah aku perbuat ya Nov.
Semoga pertemanan kita tetap terjalin sekarang dan selama-lamanya.
Good luck to you too baik di XX atau pun di rumah tangga.
Take care yaa n bye bye

nb: imelku yg aktif
riniwelly@xxxxxxx.com

* * * * * *

Hiks...

purple lady

di kantor saya, ada 2 purple ladies. Yang pertama tentu saja tetangga saya :)
Yang kedua, adalah ibu ini ...

Coba mbak, sebagai pencinta warna ungu, banda apa aja yang warna ungu?

Mmm... kostum tentunya dong. weiits... sampe sepatu bok!
"Ini juga Nov..." katanya sambil nunjukin kantong hape.



"Eh Nov, ini juga... USB kado dari Putri..."

Oke deh. Berarti Mbak Ellin emang pantes dapet julukan purple lady...